SEJARAH GOA PINDUL
Asal-usul
gua pindul sendiri berasal dari kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng
Pemanahan yang diutus oleh Panem bahan
Senopati di Mataram untuk membunuh bayi laki-laki buah cinta putri Panembahan.
Senopati yaitu mangir Wonoboyo dari Mangiran (Bantul).
Dalam perjalanannya,
kedua abdi itu sepakat untuk tidak membunuh bayi tersebut, lalu keduanya pergi
ke arah timur (arah Gunungkidul) hingga tiba di suatu dusun di daerah
Karangmojo.
Disana keduanya menggelar tikar dan
alas tempat tidur bekas persalinan sang bayi . Dusun tersebut dinamakan
Gelaran. Sang bayi menangis kemudian keduanya memutuskan untuk memandikan sang
bayi
. Ki Juru Mertani naik ke salah satu
bukit dan menginjak tanah di puncak bukit, dengan kesaktiannya tanah yang
diinjak pun runtuh dan mengangahlah sebuah lubang besar dengan aliran air di
dalamnya.
Sang bayi kemudian dibawa turun dan
dimandikan di dalam gua dilubang tadi. Saat dimandikan pipi sang bayi terbentur
(jawa:Kebendhul) batu yang ada di dalam. Karena peristiwa tersebut akhirnya
akhirnya goa itu dinamakan GOA PINDUL.
Fakta unik
tentang GOA PINDUL
1.
"Stalaktit ini menyatu dengan stalagmit,
sehingga tampak seperti pilar. Lebarnya 5 rentangan orang dewasa," tutur
Daryono.
2.
Selain Gua Pindul, traveler bisa melakukan
beragam aktivitas seru lainnya di Desa Beringharjo. Ada tubing terbuka di
Sungai Oya, caving di Gua Jelatik, jeep offroad, hingga flying fox.
3.
"Gua Jelatik adalah gua kering. Di sana
banyak hewan seperti kelelawar, juga stalagmit dan stalaktit," tambah
Daryono.
4.
Tak sulit mencapai Gua Pindul. Dari Terminal
Giwangan di Kota Yogya, naiklah bus menuju Wonosari. Turun di Terminal
Wonosari, Anda tinggal naik ojek Rp 20.000 sampai kawasan Gua Pindul.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar